CIPS memandang kebocoran data di Indonesia sudah terjadi berulang kali dan tidak disertai adanya solusi akhir yang jelas dari penanganannya.
Peretas berhasil menembus hampir 200.000 akun menggunakan kredensial yang valid, yang berpotensi mengakses informasi pribadi pelanggan.
Jaringan bot dengan hampir 7.000 akun palsu ini digunakan untuk menyebarkan disinformasi Rusia di jejaring sosial dan platform pengiriman pesan.
mantan anggota geng ransomware Conti, diamati telahmenjadi bagian dari kelompok ancaman yang dilacak sebagai UAC-0098
Ia memastikan data di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) aman.
database ini diklaim oleh peretas berasal dari server KPU.
LAUSD, distrik sekolah terbesar kedua di AS, mengungkapkan bahwa serangan ransomware mengenai sistem teknologi informasi (TI) selama akhir pekan.
RUU PDP akan segera disahkan dalam waktu dekat.
Malware itu datang dengan kedok sebuah buku berjudul "The China Freedom Trap," sebuah biografi yang ditulis oleh pemimpin Uyghur yang diasingkan, Dolkun Isa.
Marcus Lim, Group CEO dan Co-Founder Zipmex beraudiensi dan berdialog dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada 2 September 2022.
Pelaku meminta calon korban melalui platform seks dan kencan online untuk mengunduh aplikasi seluler berbahaya untuk bisa terlibat.
Beberapa sistem perusahaan telah dienkripsi dan operasi telah terganggu sejak 15 Agustus.
sampai dengan 26 Agustus 2022, OJK telah menerima 199.111 layanan melalui berbagai kanal, termasuk 8.771 pengaduan.
Layanan ini digunakan untuk mencuri token otentikasidi Apple, Google, Facebook, Microsoft, Twitter, GitHub, GoDaddy, dan PyPI.
Kelompok peretasan yang dikenal sebagai 'AgainstTheWest' membuat topik di forum peretasan yang mengklaim telah melanggar TikTok dan WeChat.
Pemerintah meminta semua pihak baik pengendali maupun berbagai pihak yang terkait bahu membahu menjaga data pribadi masyarakat dari potensi serangan siber.
Kominfo telah melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan operator seluler, Dukcapil Kemendagri, Ditjen PPI Kemenkominfo, BSSN, dan Cyber Crime Polri.
Tidak disebutkan, bagaimana data tersebut bisa bocor, mereka hanya menyebutkan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden ini.
Malware ini kembali dengan versi terbaru dan telah ditingkatkan melalui sejumlah aplikasi populer di Google Playstore.
Pakar Kaspersky mengungkap kelompok “GoldDragon cluster” yang menargetkan media, Think-Tank (wadah pemikir) di Korea Selatan