Aplikasi Dompet Gajah telah diunduh lebih dari 7.000 kali dan mendapat rating 2,8 dari penggunanya. Sejumlah pengguna meninggalkan rewiew bernada negatif.
Cyberthreat.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengumumkan daftar financial technology (fintech) dan penawaran investasi ilegal. Kali ini, ada 206 entitas yang dinyatakan tidak memiliki izin operasi.
Fintech ini disebut ilegal karena tidak mendaftar dan tak mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagian besar mereka menawarkan jasanya secara online atau menggunakan internet.
"Patroli siber terus kami gencarkan agar bisa menemukan dan memblokir fintech lending ilegal dan penawaran investasi ilegal sebelum bisa diakses dan memakan korban di masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing, Rabu (28 Oktober 2020).
Terkait penawaran investasi ilegal, kata Tongam, totalnya ada 154 yang entitas, terdiri dari 114 Perdagangan Berjangka Komoditi (PKB) tanpa izin, 2 koperasi, 6 aset uang kripto, 8 money game, 3 entitas yang menduplikasi entitas berizin, dan 21 kegiatan lainnya.
Berikut daftar fintech ilegal yang ditutup oleh Satgas Waspada Investasi:

Aplikasi Dompet Gajah Masih Bisa Diunduh di Google Play Store
Cyberthreat.id mencoba menelusuri sebagian nama-nama yang disebut di atas. Dompet Gajah, misalnya, mendaftarkan aplikasi di Google Play Store dengan nama "Ksp Dompet Gajah - pinjam uang cepat online."
Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 7.000 kali dan mendapat rating 2,8 dari penggunanya. Sejumlah pengguna meninggalkan rewiew bernada negatif.
"Kapok saya pinjam di apk ini, pinjam 1,5 juta, tenornya cuma 7 hari, telat per harinya kena denda 75 ribu. Luar biasa kan. Saran buat Dompet Gajah, tenornhya diperbaiki, tenor 7 hari itu lura biasa. Dendanya juga jangan sampai mencekik. Dan buat para penagihnya bekerjalah yang baik dan profesional, jangan main ancam-ancam," tulis pengguna Dompet Gajah bernama Bay Juri.
"Jangan pernah coba meminjam dari app ini. Bunganya sangat tinggi dengan tenor hanya 7 hari. Anda tidak akan terbantu malah semakin tercekik oleh lintah darat seperti ini. Kepada OJK dan App. Store agar ditinjau aplikasi ini. Terima kasih," tulis Sutrisno.
Pihak Dompet Gajah membalas komentar Sutrisno dengan mengatakan,"Untuk bunga pinjaman pada aplikasi kami sudah standart sesuai dengan aplikasi lainnya, bpk/ibu dapat bandingkan pada aplikasi lainnya. Terimakasih."
Saat hendak diinstal,aplikasi ini meminta akses ke nomor kontak, lokasi, foto/media/file, kamera, dan ID perangkat & informasi panggilan.

Pengguna tidak punya opsi untuk menolak permintaan itu. Jika ditolak, maka aplikasi tidak bisa diinstal. Sedangkan jika diterima, maka pihak Dompet Gajah akan mendapat akses ke informasi yang diminta itu, termasuk akses ke daftar kontak. Itu sebabnya, jangan heran kalau kerabat atau teman yang nomor kontaknya berada di ponsel Anda mendapat panggilan telepon dari aplikasi tersebut.
OJK sendiri telah melarang setiap penyedia layanan fintech peer to peer atau P2P Lending yang telah terdaftar dan berizin untuk mengakses daftar kontak, berkas gambar, dan informasi pribadi dari ponsel peminjam. (Baca: Fintech Dilarang Akses Daftar Kontak Peminjam.[]
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.