PHK tersebut di tengah gempuran secara politik terhadap bisnis TikTok di AS.
Cyberthreat.id – Induk perusahaan TikTok asal China, ByteDance, memberhentikan ratusan karyawan dari berbagai divisi pada akhir 2022.
Sumber South China Morning Post mengatakan, pemangkasan tersebut sebagai bagian dari perampingan operasional.
“PHK mewakili sebagian kecil dari karyawan ByteDance, salah satu perusahaan teknologi terbesar di China denga lebih dari 100.000 karyawan di seluruh dunia,” tulis SCMP, Selasa (3 Januari 2023).
Sebagai perusahaan pribadi, ByteDance tak memiliki kewajiban untuk membagikan informasi bisnisnya kepada publik.
Informasi PHK tersebut pertama kali diberitakan oleh media lokal China, Jiemian.
Mereka yang di-PHK akan diberi kompensasi berdasarkan masa kerja, ditambah gaji satu bulan, kata sumber SCMP.
Tahun lalu, raksasa internet China lain, seperti Alibaba Group Holdings dan Tencent Holdings lebih dulu memangkas ribuan karyawan.
ByteDance menghadapi tahun yang penuh tantangan karena TikTok menghadapi hambatan politik di Amerika Serikat. TikTok telah dilarang dari semua perangkat pemerintah federal AS dan setidaknya 19 negara bagian telah memblokirnya dari perangkat yang dikelola negara.[]
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.