Aparat keamanan Ukraina menangkap seorang warga lokal karena dicurigai merencanakan serangan siber yang diperintahkan oleh Rusia.
Cyberthreat.id – Aparat keamanan Ukraina menangkap seorang warga lokal karena dicurigai merencanakan serangan siber yang diperintahkan oleh Rusia.
Menurut Layanan Keamanan SBU Ukraina, peretas tersebut menargetkan sumber daya lembaga negara, menurut Reuters, Selasa (27 April 2021).
“Serangan itu menargetkan pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya untuk memblokir pengoperasian informasi dan fasilitas infrastruktur kritis,” ujar SBU dalam pernyataannya.
SBU menegaskan peretas bermaksud mengirimkan file tersembunyi yang berisi spyware ke pejabat Ukraina.
Pada Maret lalu, SBU juga mengatakan telah mencegah serangan siber besar-besaran oleh peretas Rusia yang menargetkan data rahasia pemerintah.
Di Moskow, Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia belum memberikan komentar atas tudingan tersebut.
Ukraina selama ini menuduh Rusia mengatur serangan siber sebagai bagian dari “perang hibrida”, tapi hal itu dibantah oleh Moskow.
Ukraina dan Rusia berselisih sejak aneksasi Rusia atas Krimea dari Ukraina pada 2014 dan keterlibatan dalam konflik di wilayah Donbass timur yang menurut Ukraina telah menewaskan 14.000 orang.
Ukraina, sekutu Baratnya, dan NATO menuduh Rusia melakukan penumpukan pasukan yang provokatif di perbatasan timur Ukraina dan di Krimea, sedangkan Rusia menuduh Amerika Serikat dan NATO melakukan aktivitas provokatif di kawasan Laut Hitam.[]
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.