Kegiatan ini ajang kompetisi untuk mengidentifikasi dan melakukan kurasi produk-produk teknologi dan informasi karya anak bangsa yang kreatif.
Jakarta, Cyberthreat.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya mengumumkan daftar pemenang kegiatan Seleksi Nasional idenTIK (Indonesia Entrepreneur Teknologi dan Informasi) 2019.
Total ada 18 produk teknologi dan informasi karya anak bangsa yang berhasil keluar sebagai pemenang dari enam kategori yang dilombakan, yaitu Private Sector, Research and Development, Public Sector, Digital Content, Corporate Social Responsibility, dan Start-up Company.
"Kegiatan ini ajang kompetisi untuk mengidentifikasi dan kurasi produk-produk teknologi dan informasi karya anak bangsa yang kreatif dan memiliki potensi luas dalam pemanfaatan," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, dalam sambutannya, Selasa (24 Juli 2019) di Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com.
Para pemenang dipilih dan diseleksi langsung oleh enam komite juri antara lain Shinta Laksmi (Geneva Internet Platform), Djarot Subiantoro (Asosiasi Perangkat Lunak Telematika Indonesia), Eko K Budiarjo (Universitas Indonesia), Didik Partono Rudiarto (Inixindo), Barry Simorangkir (Citra Optimal), dan Yudho Giri Sucahyo (Isoc Indonesia Jakarta Chapter).
Anggota juri Djarot Subiantoro mengatakan, para peserta yang kalah jangan patah semangat. "Jangan merasa kalah. Dalam dunia nyata itu sendiri persaingan sangat terbuka. Mungkin saja yang tidak bisa terpilih saat ini bisa memenangkan pasar dan industri Indonesia, itu bukan yang mustahil," kata Djarot.
Setelah ditetapkan sebagai finalis Seleknas “IdenTIK” 2019, peserta yang terpilih akan dibawa ke ajang AICTA. AICTA (ASEAN ICT Award) adalah program dan proyek prestisius yang disetujui oleh menteri-menteri telekomunikasi negara ASEAN. AICTA bertujuan untuk menjadi tolok ukur kesuksesan dalam hal inovasi dan kreativitas.
Berikut apemenang kegiatan Seleksi Nasional “idenTIK” 2019:
Kategori Private Sector
Kategori Corporate Social Responsibility
Kategori Research and Development
Kategori Start-up Company
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.