Pembaruan perangkat lunak yang harusnya dikeluarkan pada Desember 2021 untuk perangkat Pixel 6 dan Pixel 6 Pro ditunda hingga akhir Januari nanti.
Cyberthreat.id – Tim Google Pixel mengeluarkan pengumuman bahwa pembaruan perangkat lunak yang harusnya dikeluarkan pada Desember 2021 untuk perangkat Pixel 6 dan Pixel 6 Pro ditunda hingga akhir Januari nanti.
“Pembaruan tersebut mencakup semua perbaikan dan peningkatan yang awalnya direncanakan pada bulan Desember,” kata Manager Komunitas Pixel di Google, Camille, di halaman Support Google, Kamis (30 Desember 2021).
Camille mengatakan, jika pengguna Google Pixel 6 atau Pixel 6 Pro telah menerima pembaruan perangkat unak dan masih mengalami masalah konektivitas seluler, disarankan untuk kembali ke versi sebelumnya.
“Anda dapat kembali ke versi perangkat lunak sebelumnya menggunakan alat Flash Android (flash.android.com) dan mengembalikannya ke setelah pabrik,” ujar Camille.
Pembaruan Desember mulai diluncurkan pada 6 Desember, tetapi Google mengatakan beberapa pelanggan melaporkan panggilan telepon mereka gagal atau terputus.
Pembaruan Desember awalnya dijadwalkan untuk menyertakan serangkaian perbaikan dan peningkatan, termasuk perbaikan untuk masalah yang menyebabkan Asisten Google secara tidak sengaja memulai panggilan telepon dalam kondisi tertentu, tulis ZDNet.
Google meluncurkan Pixel 6 dan Pixel 6 Pro pada Oktober lalu, memperkenalkan smartphone pertama yang menggunakan chip Tensor yang dirancang Google. Dengan perangkat keras dan perangkat lunaknya sendiri, Pixel terbaru dirancang untuk menyaingi iPhone.
Camille mengingatkan agar sebelum menyetel ke versi perangkat lunak sebelumnya, terlebih dulu pencadangan data ponsel.
“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan in dan rela bersabar selama kami melakukan perbaikan,” ujarnya.[]
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.