Banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan melakukan penjadwalan email ini. Untungnya Google Mail dan Outlook memberi Anda opsi untuk menjadwalkan email Anda.
Cyberthreat.id - Bagi Anda yang seringkali lupa mengirimkan email kepada rekan kerja atau teman Anda, sebenarnya Anda dapat mengatur untuk menjadwalkan pengiriman email itu.
Ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelajar yang mungkin telah menyelesaikan tugasnya dan ingin mengirimkan kepada gurunya tetapi tidak sopan jika mengirim pada jam-jam di luar jam sekolah, maka dapat mengaturnya di jam tertentu.
Banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan melakukan penjadwalan email ini. Untungnya Google Mail dan Outlook memberi Anda opsi untuk menjadwalkan email Anda.
Bagaimana caranya? yuk simak cara menjadwalkan email di Gmail dan Outlook seperti dikutip dari The Verge, Kamis (17 Desember 2020):
Jadwalkan email di Gmail menggunakan peramban web Anda
Jika menggunakan aplikasi seluler Anda
Semua email yang sudah dijadwalkan akan tersimpan di kotak Terjadwal. Anda dapat mengedit email itu bahkan membatalkan jadwalnya, dan menjadwalkan ulang pada Kotak Terjadwal yang dapat Anda temukan pada menu di Gmail Anda di kiri (peramban web), atau dengan mengklik garis mendatar tiga pada kiri atas di aplikasi seluler.
Jadwalkan email di Outlook
Untuk melakukannya Anda harus menggunakan aplikasi desktop, karena fitur ini tidak tersedia di peramban web atau versi seluler.
Email itu akan berada di Kotak Keluar Anda, di mana Anda dapat membuat perubahan apapun, termasuk menyesuaikan waktu pengirimannya.
Kekurangannya adalah Anda harus tetap membuka aplikasi Outlook agar email itu dapat terkirim sesuai jadwalnya. Jika Anda menutup aplikasi, email akan dikirim saat Anda membuka aplikasinya di lain waktu. []
Editor: Yuswardi A. Suud
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.