Data tersebut digunakan Twitter untuk menampilkan iklan berbasis minat pengguna dan ada pula informasi nonpublik yang dibagikan ke mitra bisnisnya.
Cyberthreat.id – Twitter menggunakan data pengguna untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna dalam menggunakan platformnya.
Data tersebut digunakan Twitter untuk menampilkan iklan berbasis minat pengguna dan ada pula informasi nonpublik yang dibagikan ke mitra bisnisnya.
Informasi nonpublik yang dibagikan ke mitra bisnisnya ini, seperti dikutip dari pusat bantuan Twitter, diakses Kamis (20 Agustus 2020), mencakup alamat IP dan pengenal periklanan perangkat seluler untuk perangkat yang membuka atau masuk ke aplikasi seluler Twitter, tapi tidak termasuk nama, email, atau nama pengguna.
Jika Anda tidak menginginkan Twitter membagikan data Anda, maka pilihan yang tepat adalah mengontrol data. Berikut langkah-langkahnya seperti dirangkum dari WikiHow.Tech:
Melalui situs web baik dari ponsel maupun komputer:
Melalui aplikasi Twitter di iOS atau Android:
Redaktur: Andi Nugroho
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.