Telegram menyedikan fitur hapus pesan otomatis minimal waktu 1 detik dan paling lama 7 hari.
Cyberthreat.id – Tak seperti dengan WhatsApp dan Signal, aplikasi pesan daring Telegram tidak memiliki fitur hapus pesan otomatis di obrolan biasanya, tetapi ada cara agar Anda bisa menggunakan fitur sejenis itu di obrolan lain.
Dengan mengaktifkannya, seluruh pesan yang Anda kirim akan menghilang atau terhapus sehingga Anda tidak perlu khawatir jika yang Anda kirim adalah pesan sensitif atau bersifat rahasia yang tidak ingin disimpan oleh lawan obrolan.
Telegram sebenarnya mempunyai fitur itu, tapi Anda harus menggunakan Obrolan Rahasia (Secret Chat), bahkan di fitur ini pengguna Android juga tak bisa melakukan tangkapan layar (screenshot). Pengguna iPhone masih bisa melakukan screenshot, tetapi akan muncul notifikasi bahwa ada tangkapan layar dilakukan.
Obrolan Rahasia merupakan fitur perpesanan terenkripsi ujung-ke-ujung (E2E) dan berlaku hanya satu lawan satu, tidak bisa multichat atau grup.
Semua yang ada di Obrolan Rahasia akan berada di perangkat, tidak seperti obrolan biasa Telegram yang tidak E2E yang artinya dikirim ke peladen (server) Telegram. Setelah Anda hapus Obrolan Rahasia, semua pesan akan hilang.
Telegram menyedikan fitur hapus pesan otomatis minimal waktu 1 detik dan paling lama 7 hari. Yuk, simak cara mengirim pesan yang dapat secara otomatis terhapus, seperti dikutip dari How To Geek, diakses Senin (25 Januari 2021):
Melalui iOS
Melalui Android
Foto dan video
Bagaimana jika pesan foto atau video yang ingin terhapus dalam kurun waktu tertentu? Anda tak perlu masuk ke Obrolan Rahasia dan tetap di obrolan biasa, berikut caranya:
Melalui iOS:
Melalui Android:
Selamat mencoba.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.