eretas yang berhasil membajak akun profil terkenal biasanya memanfaatkan akun itu untuk penawaran sesuatu atau mengirimkan tautan phishing.
Cyberthreat.id – Modus penipuan online macam-macam, salah satunya melalui pembajakan akun media sosial. Peretas yang berhasil membajak akun profil terkenal biasanya memanfaatkan akun itu untuk penawaran sesuatu atau mengirimkan tautan phishing kepada pengguna lain.
Modus seperti itu baru-baru ini terlihat ketika peretas mengambil alih akun Twitter-nya Kementerian Keuangan.
Pada akhir Februari lalu, peretas menyebarkan tautan phishing yang di-hosting di layanan Google Sites.(Baca: Google Sites Dipakai Peretas untuk Sebar Link Phishing Lewat Twitter Kemenkeu)
Tak lama setelah peretasan akun Kemenkeu, Twitter Indonesia membagikan tips kepada pengguna yang akunnya diretas.
Jika akun diretas dan tidak dapat masuk dengan nama pengguna dan kata sandi Anda, Twitter menyarankan mencoba dua langkah berikut ini, seperti dikutip dari halaman Twitter, diakses Jumat (5 Maret 2021):
Minta pengaturan ulang kata sandi
Baca:
Hubungi Bantuan Twitter
Redaktur: Andi Nugroho
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.