Langkah pencegahan paling dini yang mesti dilakukan pengguna Windows adalah memunculkan ekstensi file. Bahaya bisa bersembunyi di file yang Anda klik.
Secara default, Windows menyembunyikan ekstensi file. File bernama "fotoliburan.jpg" hanya akan terlihat sebagai "fotoliburan", tanpa ekstensi ".jpg" yang menandakan bahwa ini adalah file gambar. Pengguna bisa mengetahuinya sebagai file gambar karena ikonnya atau preview gambarnya.
Virus atau malware bisa menyamarkan diri seakan-akan file yang tidak berbahaya. File .exe atau .pif bisa tampak seperti file gambar atau dokumen Office. Pengguna bisa mengkliknya secara tidak sengaja atau secara sengaja karena nama file-nya cukup menggoda.
Fitur yang sudah ada sejak zaman Windows XP ini sudah sering dikritik namun Microsoft tetap masih menyembunyikan ekstensi file sampai Windows 10. Jadi, Anda sebagai pengguna Windows yang harus membentengi diri terhadap fitur yang bisa membuat kesehatan komputer Anda terganggu.
Untuk Windows 8 dan Windows 10, klik tab "View" dan aktifkan “File name extensions” di bagian Show/hide section.
Untuk pengguna Windows 7, klik "Organize" pilih menu "Folder and search options". Di tab "View", buang tanda cek di "Hide extension for known files".
Jika mengetahui ekstensi file, Anda bisa mewaspadai file yang akan Anda klik. Berikut ini daftar ekstensi yang berpotensi membahayakan komputer Anda. Jangan klik kalau Anda tidak tahu apa yang dilakukan file-file jenis ini.
Program dan Script
.PIF, .APPLICATION, .GADGET, .MSI, .MSP, .COM, .SCR, .HTA, .CPL, .MSC, .JAR
.BAT, .CMD, .VB, .VBS, .VBE, .JS, .JSE, .WS, .WSF, .WSC, .WSH, .PS1, .PS1XML, .PS2, .PS2XML, .PSC1, .PSC2, .MSH, .MSH1, .MSH2, .MSHXML, .MSH1XML, .MSH2XML
Shortcut: .SCF, .LNK, .INF
Demokratisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence; AI), pada dasarnya, adalah memperluas aksesibilitas teknologi AI ke basis pengguna yang lebih luas.
Di tengah latar belakang ini, ada aspek penting yang secara halus terjalin dalam narasinya, yaitu penanganan identitas non-manusia.
"Karena kita hidup di era digital, jangan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif," tambah Nezar.